Ciri-Ciri Air Tercemar
Air merupakan komponen penting bagi makhluk hidup, terdapat banyak manfaat dan kegunaan dari air yang bersih. Namun, saat ini banyak sekali sumber air yang mulai tercemar dan tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu ciri-ciri dari air tercemar adalah bau yang tidak sedap, maka dari itu harus dihindari. Air yang menimbulkan bau terjadi karena terkontaminasi oleh kuman, bakteri, ataupun bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
Dalam upaya pelestarian lingkungan, terutama di sektor perairan. Dinas Lingkungan Hidup telah bekerja sama dengan perusahaan atau industri yang menghasilkan air limbah, untuk melakukan pengendalian pencemaran air.
Adapun personel yang akan bertanggung jawab atas upaya dalam pengendalian pencemaran air, yaitu petugas PPPA dan POPAL. Setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi BNSP, mereka akan menjadi petugas yang akan mengelola air limbah sebelum dibuang ke perairan lepas.
Air yang Tercemar
Air tercemar adalah air yang mengalami penurunan kualitas karena masuknya zat berbahaya atau kontaminan, baik itu dari faktor alam atau aktivitas makhluk hidup.
Jika sudah terkontaminasi maka air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi, karena akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan makhluk hidup.
Beberapa dampak yang akan ditimbulkan jika mengkonsumsi air tercemar, seperti diare, mual, kerusakan usus atau organ dalam tubuh, hingga kematian.
Baca Juga : Regulasi dan Peraturan Lingkungan Hidup
Ciri-Ciri dari Perairan yang Tercemar
Dikutip dari Kompas.com terdapat 8 ciri-ciri dari air tercemar, diantaranya:
- Muncul Bau yang Tidak Sedap
Air yang sudah tercemar memiliki bau yang tidak sedap karena sudah terkontaminasi dengan berbagai zat polutan. - Terdapat Bahan Pelarut dan Endapan
Jika pelarut dan endapan tercampur di dalam air maka akan mengubah kemurniannya. Hal ini dapat menyebabkan air menjadi bau, berwarna, serta memiliki derajat keasaman yang tinggi. - Tingkat Keasaman yang Tinggi
Pada umumnya, tingkat derajat keasaman air adalah 7. Jika air memiliki tingkat keasaman melebihi atau kurang dari 7, berarti air tesebut sudah tercemar. - Air Memiliki Rasa
Air yang sudah tercemar dan bercampur dengan berbagai kontaminan memiliki rasa, seperti asam, pahit, getir, dan lainnya. Sedangkan air bersih tidak memiliki rasa. - Air Memiliki Warna
Air yang cenderung memiliki warna terjadi karena sudah terkontaminasi zat berbahaya, sedangkan air bersih tidak memiliki warna atau jernih. - Meningkatnya Radioaktivitas
Perairan yang tercemar memiliki jumlah zat radioaktif yang tinggi, karena sudah terkontaminasi dengan limbah yang berasal dari aktivitas industri mesin. - Banyaknya Mikroorganisme
Mikroorganisme membutuhkan pasokan oksigen untuk menguraikan limbah atau sampah di dalam air.
Semakin banyak limbah yang diurai, maka dibutuhkan pasokan oksigen yang tinggi. Hal ini membuat berkurangnya kandungan oksigen dalam air. - Berubahnya Suhu Air
Suhu yang mudah berubah di suatu perairan juga menandakan bahwa sudah terjadinya pencemaran.
Karena jika dalam kondisi normal suhu air harusnya menyesuaikan, tidak lebih rendah atau lebih tinggi dari suhu lingkungan.
Baca Juga : Contoh Pencemaran Air
Menjaga kebersihan perairan di sekitar kita merupakan kewajiban yang harus terus dilestarikan, karena air merupakan elemen penting bagi kehidupan di bumi ini.
Baik sektor industri, perusahaan, rumah tangga, dan lainnya yang menghasilkan air limbah wajib mengelolanya terlebih dahulu sebelum dibuang.
PT Integra System Indonesia siap membantu anda untuk mengadakan pelatihan khusus penanganan pencemaran air.
Pelatihan air limbah ini bertujuan untuk memberikan kompetensi dan keahlian di bidang pengolahan air, dan tersertifikasi BNSP.



