Mengenal Jenis Limbah Medis melalui Training PLB3
Training Limbah B3 Medis merupakan program pelatihan untuk personel yang khusus menangani sampah B3, terutama di bidang medis. Melalui pelatihan limbah ini peserta akan dibekali berbagai kompetensi dan pengetahuan terkait limbah medis, seperti jenis dan cara pengolahannya sesuai SKKNI BNSP.
Dalam bidang kesehatan, limbah medis biasanya berupa air bekas rendaman darah, sarung tangan, kain kasa, botol infus, jaringan manusia, sampah dari kamar pasien dan lainnya.
Limbah-limbah tersebut mengandung berbagai zat berbahaya serta memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda-beda, untuk mengurangi risiko K3 maka harus diolah sesuai dengan standar berlaku.
Terdapat beberapa regulasi yang mengatur pengolahan limbah B3, serta peraturan K3 Lingkungan Hidup sebagai bentuk usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Pengertian Limbah Medis

Limbah B3 medis merupakan bahan sisa dari kegiatan layanan kesehatan yang mengandung berbagai zat kimia atau fisika berbahaya. Contoh kegiatan medis yang menghasilkan sampah medis yaitu seperti penelitian, pengujian, diagnosis, imunisasi, ataupun perawatan manusia yang memiliki kandungan infeksius.
Buangan sampah B3 dari layanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan lainnya, menjadi sebuah tantangan tersendiri. Karena dalam penanganannya harus dilakukan secara aman dan tepat, hal ini guna meminimalisir risiko K3 karena paparan B3.
Pengolahan limbah medis biasanya dilakukan oleh personel khusus yang telah mengikuti training limbah B3 bersertifikasi BNSP. Petugas PLB3 atau Operator OPLB3 inilah yang nantinya akan mengurus sampah tersebut, dari mulai penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, serta penumpukan.
Secara umum, limbah ini memiliki 2 kategori, yaitu limbah medis infeksius dan non-infeksius.
- Infeksius : Mengandung bahan yang dapat menularkan infeksi atau penyakit kepada manusia atau hewan.
- Non-Infeksius : Tidak mengandung patogen atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi, namun tetap bisa berbahaya.
Jenis-Jenis Limbah B3 Medis
Sampah medis telah diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya oleh World Health Organization (WHO), berikut diantaranya:
1. Bahan Kimia
Sampah medis yang mengandung zat kimia biasanya digunakan untuk kepentingan laboratorium.
Contohnya seperti disinfektan, pelarut, hingga yang padat seperti logam dan alat-alat medis termasuk termometer yang rusak.
2. Obat-Obatan
Limbah ini juga termasuk dalam bahan berbahaya dan beracun di bidang medis, maka harus diolah dengan aman agar tidak mencemari lingkungan.
Contohnya yaitu antibiotik dan vaksin yang sudah kadaluarsa atau tidak lagi digunakan.
3. Sampah Menular
Merupakan jenis limbah dalam bentuk apapun yang masuk kategori infeksius serta berpotensi menularkan penyakit.
Contohnya adalah sampah-sampah seperti tisu, kasa, tinja, peralatan ataupun kultur dari laboratorium.
4. Benda Tajam
Merupakan peralatan medis yang memiliki sifat bisa menembus kulit.
Contohnya seperti jarum, pisau bedah, kepingan pecahan kaca, ampul, staples ataupun kabel, dan lainnya.
5. Radioaktif
Cairan radioterapi yang sudah tidak terpakai lagi di dalam laboratorium termasuk dalam limbah medis B3.
Biasanya berupa gelas maupun persediaan lain yang telah tercemar oleh cairan radioaktif.
6. Patologi
Sampah atau limbah yang berupa cairan dari manusia, jaringan darah, bagian tubuh, bangkai hewan yang telah terkontaminasi.
Baca Juga : Cara Menangani Limbah B3
7. Genotoksis
Limbah ini memiliki sifat karsinogenik, teratogenik dan mutagenik.
Termasuk juga obat sitotoksik yang dipakai untuk melakukan pengobatan penyakit kanker.
Sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang besar bagi seluruh instalasi kesehatan dalam melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya. Dibutuhkan juga kesadaran dan kerjasama dari seluruh pihak untuk dapat melakukannya.
Terutama dalam upaya penerapan K3 Lingkungan Hidup yang berfokus pada beberapa aspek penting, terutama limbah B3. Aspek lingkungan lainnya meliputi kualitas air dan udara, kualitas tersebut harus dijaga agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.


