Dampak Limbah B3 Bagi Kesehatan dan Lingkungan
Sektor industri semakin hari semakin berkembang pesat dalam memproduksi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Namun, kegiatan produksi dari suatu industri pasti menghasilkan limbah, termasuk limbah B3.
Limbah B3 merupakan sampah sisa yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun. Terdapat berbagai zat, energi, atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan atau merusak lingkungan.
Sampah B3 tidak boleh dibuang secara langsung, karena akan berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Maka dari itu terdapat peraturan terkait limbah B3, salah satunya adalah Peraturan Pemerintah No 101 Tahun 2014.
Limbah B3 memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tentu hal ini berpengaruh dengan cara penanganan pengolahan limbah B3. Untuk menangani limbah ini terdapat petugas khusus, yaitu manajer limbah dan operator limbah B3.
Dampak Limbah B3 Bagi Kesehatan Manusia
Jika manusia terpapar atau terkena oleh senyawa limbah B3, maka akan berpotensi terkena dampak buruknya, diantaranya:
- Menyebabkan tremor dan kehilangan daya ingat, hal ini terjadi karena zat B3 merusak susunan saraf pusat saat terpapar senyawa limbah B3.
- Merusak jaringan paru-paru, dikarenakan oleh inhalasi elemen logam berat.
- Menyebabkan kanker, karena senyawa limbah B3 merupakan bahan karsinogenik.
- Menyebabkan dermatitis kulit atau iritasi dikulit, hal ini bisa terjadi jika terpapar senyawa limbah B3.
- Menyebabkan kerusakan pada janin, oleh karena itu wanita hamil tidak boleh terpapar senyawa limbah B3.
Dampak Limbah B3 Bagi Lingkungan
Jika limbah B3 tidak dikelola dengan baik atau dibuang secara langsung, maka akan berdampak buruk untuk lingkungan. Berikut dampak buruk limbah B3 bagi lingkungan:
a. Pencemaran Air Oleh Limbah B3
- Air limbah yang tercampur atau mengandung bahan berbahaya dan beracun akan mencemari air serta menimbulkan virus jika masuk ke perairan sekitar.
- Ekosistem air menjadi tidak seimbang, karena banyaknyaorganisme air yang mati karena terpapar oleh air limbah B3.
- Jika limbah yang mengandung B3 dibuang langsung ke perairan, maka akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik yang berbahaya bagi lingkungan.
- Limbah dari industri biasanya mengandung logam, minyak, toksin organik, dan zat berbahaya lainnya, sehingga dapat mengurangi kandungan oksigen yang ada di air dan mengganggu ekosistem air.
b. Pencemaran Tanah Oleh Limbah B3
- Menurunnya kualitas tanah membuat tumbuhan mati dan tercemar
- Sampah yang sulit untuk diurai seperti plastik juga membuat tanah menjadi tercemar
- Berkurangnya kandungan mineral pada tanah yang tercemar, karena digantikan dengan zat polutan yang kadarnya cukup tinggi
- Tanah yang tercemar memiliki derajat keasaman (Ph) yang sangat tinggi, sehingga tidak bisa digunakan untuk menanam tumbuhan
c. Lingkungan Sekitar
- Limbah B3 dari lingkungan sekitar biasanya berasal dari rumah tangga yang membuang sampah ke Sungai dalam jumlah yang banyak.
- Sampah yang di buang sembarangan dan dibiarkan menumpuk akan menimbulkan bau yang tidak sedap serta membuat lingkungan kurang nyaman.
Proses pengolahan limbah baik dari sektor industri atau rumah tangga sudah seharusnya ditangani dengan serius, agar tidak mencemari dan merusak lingkungan. Adapun beberapa metode pengolahan limbah, seperti Chemical Conditioning, Solidification / Stabilization, dan Insinerasi.
Untuk menangani masalah limbah, terutama limbah dibutuhkan petugas khusus terkait pengolahan limbah B3. Petugas tersebut harus sudah melakukan pelatihan lingkungan BNSP, agar memiliki kompetensi dan keahlian menangani limbah B3.
PT Integra System Indonesia siap membantu anda untuk mengadakan pelatihan khusus penanganan limbah. Pelatihan limbah B3 ini bertujuan untuk memberikan kompetensi dan keahlian di bidang pengolahan limbah, dan tersertifikasi BNSP.



